Cikal Bakal Tim Mata Kuliah Wajib Kurikulum Universitas Indraprasta telah dimulai sejak 2020 sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 84/E/KTP/2020. Pada 2023 pembentukan Tim Pelaksana Akademik MKWK Universitas Indraprasta berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Indraprasta PGRI Nomor 20/R/UNINDRA/IV/2023. Hal tersebut sejalan dengan
Perkembangan teknologi era digital, khususnya era industri 4.0, membawa berbagai aspek perubahan bagi masyarakat yang ditandai dengan kemudahan akses informasi tanpa batas termasuk kejadian apa pun dapat diketahui dengan cepat.
Dewasa ini, meskipun banyak anak bangsa yang memanfaatkan teknologi untuk hal yang berguna. Namun, pengaruh negatifnya juga terlihat nyata. Dampak negatif yang nyata terlihat adalah berkembangnya budaya asing di Indonesia, yang menggeser sikap dan nilai berbangsa dan berakhlak mulia pada generasi muda.
Berdasarkan survei Komunitas Pancasila Muda dengan responden kaum milenial dari 34 Provinsi yang dilaksanakan pada Mei 2020, terdapat 19,5 persen responden yang menyatakan tidak yakin bahwa nilai-nilai Pancasila itu relevan dengan kehidupan mereka saat ini. Kondisi ini dapat dikatan menunjukkan pergeseran pandangan dan ketidakpedulian generasi milenial terhadap sikap dan nilai berbangsa dan berakhlak mulia.
Degradasi sikap dan nilai berbangsa dan berakhlak mulia yang berkepanjangan sedikit banyak dapat memengaruhi keberlangsungan hidup dan keutuhan bangsa Indonesia di masa depan, khususnya menuju era society 5.0. Salah satu cara untuk menanggulangi degradasi tersebut adalah dengan kegiatan Menggugah Kembali Sikap dan Nilai-Nilai Berbangsa dan Berakhlak Mulia Menuju Era Society 5.0: Melalui model pembelajaran mata kuliah wajib pada kurikulum perguruan tinggi (MKWK) berbasis proyek.
Kolaborasi keempat mata kuliah MKWK, Pancasila, Agama, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia, melalui model pembelajaran berbasis proyek akan memberikan mahasiswa pembelajaran secara praktik (learning by doing) dan tak terlupakan. Adapun keunggulan dalam model pembelajaran MKWK berbasis proyek adalah sebagai berikut.
1. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan mahasiswa secara kompleks dan sesuai dengan dunia nyata.
2. Meningkatkan kolaborasi. Mendorong mahasiswa untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi, mengorganisasi, dan merancang solusi dari permasalahan yang ditemui di tengah masyarakat.
3. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan membuat mahasiswa lebih aktif dan berhasil memecahkan permasalahan yang kompleks.
4. Melibatkan mahasiswa untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki kemudian mengimplementasikan dengan dunia nyata.
Mengembangkan Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Perguruan Tinggi berbasis proyek berlandasan
sikap mandiri, peduli, kreatif, adaptif, inovatif, berbangsa, dan berakhlak.
1. Menyelenggarakan Pendidikan dan pengajaran yang profesional di bidang Mata Kuliah Wajib Kurikulum.
2. Melaksanakan kegiatan penelitian berbasis budaya dan TIK dalam pengembangan bidang Mata Kuliah Wajib Kurikulum.
3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat memenuhi kepentingan masyarakat (stakeholder).